Awas, Ada Penipuan Rekrutmen CPNS Pemkot Surabaya

Kasubag Liputan Berita dan Pers Pemkot Surabaya Edi Widjahjanto, menunjukkan iklan di salah satu media cetak (yang dilingkari) yang membuka rekrutmen CPNS Pemkot Surabaya.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya mengingatkan kepada seluruh masyarakat, agar tak mudah percaya, terkait adanya iklan disebuah media cetak tentang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beberapa waktu lalu. Sebab, Pemkot tak pernah membuka tes CPNS lanjutan, selain November 2010 lalu.

“Saya tahu ada iklan disebuah media massa yang menyebutkan Pemkot Surabaya membuka pendaftaran CPNS. Namun anehnya, lembaga yang membuka pendaftaran itu bukan BKD, tapi Badan Pengadaan SDM Pemkot Surabaya. Padahal di Pemkot tak ada yang namanya Badan Pengadaan SDM. Ini jelas-jelas penipuan,” ungkap Kepala BKD Kota Surabaya, Yayuk Eko Agustin, Minggu (20/2).

Menurut dia, saat ini pihaknya masih belum bisa melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Sebab instansi yang ditulis dalam iklan tersebut bukan BKD Kota Surabaya, melainkan Badan Pengadaan SDM. Dirinya kini masih mempelajari kasus penipuan tersebut. “Jika dalam iklan tersebut ada nama BKD, kami langsung akan melaporkan ke kepolisian. Tapi ini bukan, jadi kami hanya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya jika membaca iklan tersebut,” tegasnya.

Yayuk menegaskan, saat pemkot melakukan penerimaan pegawai, pihaknya selalu memasang iklan di sedikitnya 10 media cetak. Bukan hanya satu saja seperti di iklan tersebut. Dalam iklan itu, tidak menyebutkan alamat lengkap jatuhnya surat lamaran. Melainkan hanya mencantumkan alamat PO BOX. “Ini sudah nggak bener. Masak lamaran harus dikirimkan ke alamat yang tidak jelas. Ini bukan penerimaan pegawai pemkot,” kata Yayuk.

Tidak hanya itu, dalam iklan penerimaan pegawai tersebut, pelamar juga wajib menyerahkan nomor telepon yang dapat dihubungi. Padahal, jika memang BKD yang melakukan penerimaan, setelah lolos data verifikasi, pelamar akan mendapatkan nomor untuk mengikuti ujian, yang selanjutnya nanti peserta yang lolos akan diberitahukan di kantor Pemkot Surabaya. “Bukan ditelpon, namun pelamar bisa melihat langsung di Grha Sawunggaling   seperti biasa. Itu lho yang ditempelkan di kaca atau bisa diakses di www.surabaya.go.id,” ujarnya.

Dengan ditelpon, Yayuk mengkhawatirkan peluang terjadinya penipuan akan besar terjadi. Karenanya Yayuk meminta agar warga Surabaya tidak mempercayai iklan penerimaan pegawai pemkot tersebut.

Sementara itu, Kabag Humas, Nanis Chaerani membenarkan adanya pemasangan iklan menyesatkan terkait penerimaan pegawai pemkot itu. Kecurigaan ini muncul saat banyaknya telepon yang masuk ke bagian humas menanyakan perihal iklan tersebut. “Ini kan mencurigakan. Karena pada penerimaan sebelum-sebelumnya, kita (pemkot,red) tidak pernah mendapatkan telepon orang-orang yang menanyakan benar tidaknya iklan penerimaan pegawai pemkot,” jelasnya.

Menurut Nanis, saat pemkot melakukan penerimaan pegawai, biasanya pelamar akan datang langsung ke lokasi untuk melakukan seleksi administratif. “Bukan dengan dikirimkan. Intinya iklan ini rawan digunakan untuk penipuan. Kita minta agar warga Surabaya tidak ada yang termakan iklan tersebut. Pemkot tidak sedang melakukan penerimaan pegawai,” tandasnya. (n iib)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim