PLN dan Pelaku Usaha Perkuat Koordinasi

Ilustrasi (foto: matanews.com)

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim terus berupaya memperkuat koordinasi dengan para pelaku dunia usaha. Sinergi antara PLN dan dunia usaha diperlukan untuk mengantisipasi bila terjadi kendala pada pelayanan listrik yang berpotensi menghambat kinerja para pelaku bisnis.

“Karena itulah, kami bersilaturahmi ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim sebagai representasi dari pelaku usaha di Jawa Timur. Sinergi antara PLN dan dunia usaha adalah salah satu langkah untuk memacu perekonomian,” ujar General Manager PLN Distribusi Jatim Haryanto WS saat bersilaturahim dengan Kadin Jatim di Surabaya, Jumat (18/2/2011). Rombongan PLN diterima oleh Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti. Turut hadir pada acara tersebut, antara lain, Staf Ahli Kadin Jatim Prof Sam Abede Pareno dan Ketua Umum DPD Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) Jatim Sutan Kasidal.

Haryanto menuturkan, pihaknya akan terus memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat dan pengusaha, terutama untuk masa pemasangan baru yang paling lama 8 bulan. Untuk keperluan pelayanan, dia mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak memberi uang tips kepada petugas PLN yang melakukan perbaikan. “Bahkan biaya trafo pun dibayar PLN,” katanya.

Dia menuturkan, saat ini Jatim kelebihan listrik sekitar 2.000 Megawatt (MW). Surplus ini akan bertambah besar dengan mulai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan yang mencapai sebesar 2 X 315 MW dan PLTU Paiton pada pertengahan tahun ini.

PLN Jatim menargetkan tingkat pertumbuhan konsumsi listrik dan pendapatan 2011 akan mencapai sebesar 9,2% per tahun dari rata-rata pertumbuhan normal yang hanya mencapai 6% hingga 7% per tahun. “Pertumbuhan konsumsi listrik salah satunya didorong oleh dunia industri. Indikator ini menunjukkan perekonomian di Jatim terus berkembang ke arah yang menggembirakan,” ujarnya.

Hingga November 2010, realisasi pendapatan PLN Jatim sudah mencapai Rp15,688 triliun atau setara dengan 22,753 juta MWH. Pendapatan terbesar masih diperoleh dari sektor industri yang mencapai 44,45%, dan sisanya sebesar 55,55% dari sektor bisnis, rumah tangga, sosial, serta pemerintah

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti merespons langkah PLN untuk terus memperbaiki layanan dan mempermudah pelanggan, khususnya kalangan dunia usaha.

“Anggota Kadin Jatim terbanyak di Indonesia. Tolong PLN buat surat kepada Kadin untuk kami sebarkan ke anggota. Dengan demikian, para pengusaha bisa merasakan kemudahan dalam mendapatkan layanan listrik untuk menggerakkan bisnisnya masing-masing,” kata La Nyalla.

La Nyalla berharap agar pasokan energi listrik dari PLN benar-benar dijaga kualitasnya. Sebab, listrik adalah salah satu energi utama yang sangat diperlukan pengusaha dalam menggerakkan roda bisnisnya. “Jika layanan listrik terganggu, tentu kinerja dunia usaha juga terganggu, apalagi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih benar-benar murni mengandalkan listrik dari PLN. Misalnya, ada pemadaman mendadak ketika mesin-mesin sudah dinyalakan, itu merugikan pengusaha,” jelasnya.

(Sumber: kabarbisnis.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim