Berkunjung ke Jawa Timur

Foto: A. Kusnanto / M.Comm

Forget the Rest, Come to the Best ! Mungkin ada yang pernah mendengar slogan ini? Betul, itu adalah slogan branding Pariwisata Jawa Timur yang secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, pada pembukaan Majapahit Travel Fair (MTF) 2010 di Surabaya, 19 Mei 2010 lalu. Slogan ini akan melekat dengan momentum pencanangan Tahun Kunjungan Jawa Timur (Visit East Java 2011) sepanjang tahun ini.

Catatan pertumbuhan industri pariwisata Jawa Timur, dari tahun 2008 hingga 2010 yang mencapai 17 persen merupakan indikasi positif. Hal ini pula yang menumbuhkan optimisme peningkatan hingga 25 persen di tahun ini. Tentu saja dengan upaya semua pihak, dan menarik sebanyak mungkin wisatawan seperti makna yang tersirat dalam slogan tadi; Lupakan yang lain, Jatim yang terbaik!

Potensi pariwisata Jawa Timur sebenarnya cukup besar, Jatim memiliki 760 daerah tujuan wisata (DTW), 264 DTW berupa wisata alam, 306 DTW wisata budaya, dan 190 DTW wisata minat khusus. Sungguh kekayaan yang luar biasa, untuk mengembangkan wilayah dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Tahun Kunjungan Wisata Jawa Timur atau Visit East Java 2011, dijadwalkan bakal dilaksanakan mulai 1 Januari 2011. Tahun kunjungan wisata Jawa Timur bakal diisi dengan berbagai kegiatan pariwisata. Akan banyak diskon diberikan hotel dan restoran diseluruh Jawa Timur. “Beberapa obyek wisata juga sudah dikoordinasikan untuk memberikan pelayanan lebih, termasuk paket-paket khusus dari agen dan biro perjalanan wisata,” jelas Sunarmaji, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Menurut Sunarmaji, dengan pencanangan tahun kunjungan Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, yang pada akhirnya akan mampu memberi peningkatan positif pada pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Timur. “Semua elemen industri wisata, mulai swasta hingga pemerintah di daerah, sudah dikoordinasi dan berkomitmen untuk mensukseskan Visit East Java 2011,” paparnya kepada Surabaya City Guide (SCG) di ruang kerjanya.

Pencanangan program tahun kunjungan Jawa Timur tahun ini, menurut Sunarmaji, sudah tidak bisa ditunda. Jawa Timur dengan segala potensi wisatanya sudah mutlak dan siap untuk mendunia. Segala upaya sosialisasi terus dilakukan, salah satunya melalui promo pariwisata baik melalui media massa konvensional maupun multimedia lain, seperti internet.

Dalam bentuk lain, melalui perhelatan beberapa event, seperti Majapahit Travel Fair yang menurutnya semakin tahun semakin baik dan kian diarahkan ke Travel Exchange. “Di dalam travel exchange nantinya diharapkan pelaku wisata lokal Jatim menjadi lebih optimal dalam meraup semua peluang. Jadi tidak semata-mata sebagai ajang expo, tetapi juga sebagai arena transaksi bisnis pariwisata yang potensial,” ujarnya.

Ikon Bromo

Pemerintah provinsi Jawa Timur menjadikan Gunung Bromo sebagai ikon program Visit East Java 2011. Walaupun kondisi terakhir mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, Bromo tetap menjadi andalan objek wisata Jatim. “Katanya, kalau berkunjung ke Jawa Timur tapi belum ke Bromo, belum sah,” sergah Sunarmaji, diiringi tawa ringan.

Fenomena letusan Gunung Bromo, konon tetap mampu menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ditengarai jumlah wisatawan yang datang ke Gunung Bromo menjelang dan setelah pergantian tahun lebih banyak ketimbang momen yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Bromo mengakibatkan sarana dan prasarana menuju objek wisata tersebut terganggu. Jalan menuju bibir kawah juga tertutup abu. Hotel dan restoran, dan bangunan-bangunan sekitar pun tak luput dari timbunan abu vulkanik Bromo. Larangan bagi wisatawan untuk mendekat ke kawah pun diberlakukan. “Justru, sama sekali tidak menyurutkan minat wisatawan untuk mendatangi Bromo, mereka semakin penasaran,” tegasnya lagi.

Objek wisata gunung api berketinggian 2.392 meter dari permukaan air laut itu, hingga akhir tahun 2010 lalu masih tampak sesekali batuk. Abu vulkanik yang disemburkan sudah terkirim ke beberapa daerah di sekitarnya, seperti Lumajang, Probolinggo, Malang, bahkan angin kencang yang berhembus juga mengirimnya ke Surabaya dan Sidoarjo. Sejak aktivitas Gunung Bromo meningkat pada 24 November 2010 lalu, hingga kini belum menimbulkan korban jiwa. Korban berupa binatang ternak milik warga sekitar yang mati, terdiri atas sapi dan kambing. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan beberapa rumah warga rusak akibat tertimbun abu vulkanik.

Erupsi Gunung Bromo yang masih berlangsung tampaknya juga menjadi daya tarik wisata yang justru membangkitkan rasa penasaran wisatawan. Namun demikian, terlepas dari Bromo sebagai urat nadi pariwisata, Jawa Timur masih mempunyai banyak potensi wisata lain yang tak kalah menarik. “Kawan-kawan pelaku pariwisata itu sudah punya strategi untuk mengatasi kondisi alam saat ini. Mereka sudah pintar,” pungkas Sunarmaji diiringi senyum.

Wisata-wisata alami yang ada tetap merupakan surga relaksasi bagi wisatawan, terutama mancanegara walau kontribusinya hanya 20 persen dari total kunjungan wisatawan. Dengan Tahun Kunjungan Wisata Jawa Timur tahun ini, diharapkan dapat menambah kunjungan wisatawan antara 10 persen hingga 15 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Semoga…

Wisata Air dan Budaya

Bersinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya siap menyambut program Visit East Java 2011. ”Untuk mensukseskan program Visit East Java 2011 ini, semua pihak harus bisa bersinergi. Termasuk dengan Disbudpar Jatim,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwik Widayati. Menurutnya, Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) itu ada di kabupaten/kota, bukan di provinsi. Sehingga kabupaten/kota harus menyiapkan semuanya. Seperti dari destinasi wisatanya, pelayanannya, infrastrukturnya, maupun pendukung-pendukung lainnya.

Sedangkan dari provinsi sudah melakukan promosi secara total dan gencar. Disbudpar Surabaya sendiri telah membagikan semua informasi mengenai potensi pariwisata kota itu ke berbagai instansi. Bahkan untuk menjaring wisatawan mancanegara, sudah menyebar brosur melalui majalah penerbangan domestik maupun internasional. Beberapa program yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, sekarang dinasnya sedang menyiapkan beberapa konsep yang pas untuk pengembangan wisata air di Surabaya. Diantara rencananya itu adalah pengembangan panggung terapung dan bis air.

Untuk bulan Febuari 2011 Disbudpar Surabaya menyiapkan wisata Kalimas. “Kami siap untuk mempercantik perahu, dengan melakukan pengecatan. Lalu diteruskan dengan wisata perahu menyusuri sungai Kali Mas.” Pihaknya terus mengembangkan potensi wisata air di sepanjang Kali Mas. Dengan adanya upaya itu diharapkan tahun depan Surabaya sudah bisa mewujudkan cita-cita yang ingin dicapai untuk memiliki kawasan wisata air di tengah kota. Untuk mengisi agenda harian di panggung terapung yang akan digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu, Wiwik mengatakan rencananya ada beberapa agenda art performance yang akan menampilkan keanekaragaman budaya di Surabaya.

Paket lainnya yang sedang disiapkan yaitu paket wisata yang di dalamnya ada kesenian tradisional. Untuk lokasinya berada di Taman Budaya Jawa Timur. Menurutnya, dengan mengajak semua elemen kesenian di Surabaya untuk menyambut kedatangan wisatawan asing. “Peminat ludruk dan grup ludruk masih ada di Surabaya. Wisatawan dari luar banyak yang menaruh minat pada kesenian tradisi. Jadi, ludruk dan seni tradisi lainnya di Surabaya bisa menjadi andalan potensi wisata budaya,” katanya optimis.

(Sumber: suarasurabaya.net)

7 Komentar Pembaca

  1. untuk data statistik jumlah wisatawan kenapa tidak dimuat di situs ini, dalam hal ini bisa membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas, dan evaluasi terimakasih

    • Terima kasih atas sarannya, ke depan akan kami usahakan untuk menampilkan data-data pembangunan di website ini
      Untuk sementara mungkin data statistik jumlah wisatawan bisa dicari website disbudpar jatim. Trims

  2. assalamu’alaikum,,,, mohon maaf pak/bu, saya Anis S Lestari. saat ini saya sedang menempuh skripsi dg judul tetang pemetaan potensi wisata alam di jawa timur. mohon maaf saat ini saya sedang membutuhkan data berkaitan dg keseluruhan jumlah potensi wisata alam di jawa timur. bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkannya ?
    soalnya saya mencari di website disbudpar jatim tidak ketemu. mohon balasnnya. terimakasih sebelumnya.

    • Silahkan mengajukan surat permohonan data dengan rincian data apa saja yang diminta ke Bappeda dengan kop surat Universitas. Terima kasih.

  3. assalamu’alaikum

    mohon maaf pak/bu. Saya Fandy Eka ,mahasiswa fakultas ekonomi universitas airlangga, saat ini saya sedang menempuh skripsi yaitu tentang analisis pengaruh jumlah objek wisata di kota surabaya, jumlah kunjungan wisatawan di kota surabaya, jumlah hotel di kota Surabaya, jumlah biro perjalanan pariwisata di kota surabaya, jumlah rata-rata lama tinggal wisatawan di kota Surabaya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) kota Surabaya

    dan sekarang sedang membutuhkan data diantaranya :

    · jumlah objek wisata di kota Surabaya

    · jumlah kunjungan wisatawan di kota Surabaya

    · jumlah hotel di kota Surabaya

    · jumlah biro perjalanan pariwisata di kota Surabaya

    · jumlah rata-rata lama tinggal wisatawan di kota Surabaya

    bapak/ibu mohon maaf, bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan data tersebut?

    Terima kasih atas perhatiannya, wassalamualaikum

    • Silahkan langsung ke Bappeko (Bappeda Kota) Surabaya Mas Fandy, saran saya buat surat permohonan data terlebih dahulu atau surat pengantar terkait permohonan data dimaksud. Terima kasih s’moga sukses.

    • Sekedar Berbagi
      Di BPS Surabaya Lengkap, bisa diwebsite atau langsung kekantornya.
      Silahkan dicari Surabaya Dalam Angka 2014 atau 2013

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim