Protes Bupati Ponorogo, Tanam Pisang

ilusterasi: tirtasugara.wordpress.com

Aksi menanam pohon pisang di lubang jalan kembali terjadi. Kali ini pisang ditanam di lubang Jalan Raya Bibis-Wringinanom, tepatnya di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Ponorogo, Jawa Timur. Aksi ini sebagai bentuk protes warga kepada Pemkab Ponorogo yang membiarkan jalan berlubang. Padahal kondisi itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu.

Selain itu mereka menanami jalan dengan pohon pisang sebagai bentuk kekecewaan lantaran jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Waskito (62 th), warga RT/RW. 02, Dukuh Krajan, Desa Bedingin mengatakan, penanaman pohon pisang dilakukan oleh warga secara ramai-ramai Selasa pagi (15/2).
“Warga menganggap jalan ini sepantasnya diperbaiki. Sebab banyak pengendara menggunakan jalan ini, yang merupakan akses menuju pasar, tempat wisata Sendang Beji Sirah Ketheng dan home industri genteng,” ujar Waskito kepada Pewarta HOKI, Selasa (15/2) tadi.

Dia juga mengaku sangat tidak nyaman dengan keadaan jalan rusak seperti ini. Lubang jalan dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Lihat saja, jalan raya ini seperti kubangan air, kalau tidak hati-hati pasti akan celaka,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, kejengkelan warga sudah memuncak sekarang. Alasannya, sudah berbulan-bulan jalan tersebut rusak parah. Akibatnya, warga merasa kesulitan untuk melewati dan memanfaatkan jalan yang berlubang dan digenangi air tersebut. “Terlebih ketika turun hujan, jalan ini menjadi licin dan susah dipilih karena digenangi air.

Bahkan banyak warga yang terjatuh akibat kehilangan keseimbangan melewati jalan rusak tersebut,” terangnya, di sela aksi tanam pisang.

Sebetulnya, jelas Waskito, kerusakkan jalan tersebut sering diberitakan media massa. Namun setelah ditunggu-tunggu, perbaikan jalan tidak kunjung direalisasikan. “Kita berharap pada APBD 2011, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mau memperbaikinya. Hal itu demi kenyamanan para pengguna jalan, dan tidak menyebabkan kerusakan kendaraan lebih cepat,” tandasnya. Ruskan (40 th), seorang pengendara jalan juga bertanya-tanya, ada apa dengan Pemkab Ponorogo sehingga tidak memperhatikan jalan tersebut, padahal jalan itu merupakan jalur ekonomi rakyat yang ada di Kecamatan Sambit bagian barat, khususnya bagi pedagang yang ada di Pasar Wringinanom terkadang menemui kendala dengan lambannya pasokan barang.

“Sehingga sangat wajar apabila jalan itu ditanami pohon pisang oleh sekelompok orang yang mungkin mereka kecewa atas kondisi jalan yang kian lama semakin rusak, kata mereka sih, akibat kerusakan jalan berlobang pendek, panjang mencapai kedalaman 10 hingga 20 centimeter mengganggu lalulintas dan seringkali terjadi kecelakaan,” ucap Ruskan. Puluhan titik jalan berlobang itu, Ruskan menambahkan, selain kedalamannya cukup mengganggu lalulintas juga panjang lobang rata-rata mencapai 50 hingga 100 centimeter akan tidak mungkin dapat mencelakai pengendara yang melewati jalur tersebut, dirinya pun hampir mengalami hal yang sama pada saat melewati jalan itu.

Maka dari itu, Ruskan mengingatkan kepada pengendara yang melewati titik jalan tersebut mesti ekstra hati-hati, pasalnya di jalur itu padat lalulintas, terutama pada saat jam sibuk pagi hari, banyak kendaraan roda dua dan roda empat memadati jalur jalan itu. “Saya mengharapkan agar Pemkab Ponorogo melalui dinas terkait untuk meninjau jalur jalan yang rusak itu, ingat infarstruktur jalan yang layak adalah harapan wong cilik,” harapnya. (*)

(Sumber: kabar indonesia.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim