Gubernur Janji Investor Nyaman di Jatim

dok. kabarbisnis.com

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo memastikan sejumlah infrastruktur yang sedang dalam proses pembangunan segera rampung tahun 2011 ini sehingga akan membantu investor untuk memulai bisnisnya di Jatim.

“Dengan rampungnya, pembangunan infrastruktur tersebut, kondisi Jatim sangat kondusif bagi investor. Maka kami undang investor dalam dan luar negeri untuk menanam investasi di Jatim,” jelas Soekarwo dalam Business Gathering di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/2/2011).

Di antara proyek infrastruktur yang segera rampung yaitu tol Porong-Gempol diperkirakan selesai dibangun pada Agustus 2011.

“Hanya tersisa 1,7 hektar di daerah Pasuruan saja yang belum dibebaskan. Namun saat ini telah selesai di-appraisal oleh Sucofindo karena sebagian dari lahan itu merupakan lahan produktif, yaitu sawah,” jelas Soekarwo.

Dia menambahkan, proyek infrastruktur lainnya yang sedang dikebut penyelesaiannya yaitu tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) tahap I akan rampung pada 2011. Selanjutnya akan menyambung hingga Kertosono yang diperkirakan selesai pada September 2012.

Infrastruktur pelabuhan akan diperkuat di Pelabuhan Tanjung Tembaga. “Jadi arus barang tidak semata-mata terkonsentrasi di Pelabuhan Tanjung Perak [Surabaya] saja,” kata Soekarwo.

Sementara pasokan listrik di Jatim, menurutnya, juga tetap terjaga sebab akan didukung sejumlah pembangkit listrik geotermal yang terdapat 11 titik di Jatim.

Perlu pemerataan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, investasi di Jatim masih perlu diratakan ke seluruh daerah Jatim, jangan hanya terpusat di beberapa kawasan pusat pertumbuhan seperti Surabaya, Malang, Jember, Madiun, Pasuruan, maupun Mojokerto.

La Nyalla menilai, perekonomian Jatim bergerak dinamis hanya di pusat-pusat pertumbuhan tertentu. Hal ini antara lain bisa dilihat dari penyaluran kredit yang masih terpusat di lima daerah utama, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Kediri, yang jumlahnya mencapai 68,72 persen dari total kredit perbankan di Jatim. “Ke depan, perekonomian di daerah-daerah kawasan selatan maupun di Pulau Madura harus digerakkan lebih kencang,” ujarnya.

Untuk daerah yang tidak berpotensi dijadikan kawasan industri maupun daerah yang tak punya kekayaan sumberdaya alam migas dan pertambangan, kata dia, pengembangan investasi bisa dilakukan dengan mengandalkan potensi yang ada di daerah tersebut, seperti kerajinan. “Bisa juga diarahkan ke pengembangan wisata. Yang terpenting pengembangan ekonomi harus berbasis lokalitas,” jelasnya.

Kapolda Jawa Timur Badrodin Haiti juga menjamin akan lebih proaktif menjaga keamanan Jatim dan memberi perlindungan bagi dunia usaha dan investasi sehingga bisa mendukung iklim investasi Jatim. Terdapat 40.977 orang personel polisi yang siap mendukung pengamanan dunia bisnis dan investasi tersebut.

“Dibandingkan daerah lainnya, Jatim tergolong lebih aman dibandingkan daerah lainnya. Kami juga menyiapkan tim asistensi untuk keamanan internal perusahaan. Hal ini pernah dilaksanakan di Sumatera Utara,” kata Badrodin. (kbc3)

(Sumber: kabarbisnis.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim