Balitbang Rancang Penelitian Kemiskinan Terpadu

Kemiskinan

dok. Kompas.com

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jatim pada rancangan program 2009 akan melakukan penelitian kemiskinan di Jatim secara terpadu. Hingga kini, proses penelitian masih dalam tahap pengumpulan informasi dan observasi.

Kepala Bidang Kemasyarakatan Balitbang Jatim, Eka Agus Tjahjono di kantornya, Selasa (10/2) menjelaskan, dengan adanya penelitian ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan diskripsi tentang kompleksitas kemiskinan, khususnya yang ada di Jatim dan dari hasil tersebut dapat direkomendasikan pada gubernur untuk ditindaklanjuti.

Penelitian mencakup berbagai aspek, di antaranya pendidikan, kesehatan, pertanian, dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebagai parameter kemiskinan, terdapat indikasi terkuat dari aspek pendidikan. Ini sangat sering terjadi di daerah-daerah yang terpencil, di mana tingkat pendidikan masyarakat yang kurang, dapat berpotensi meningkatnya angka kemiskinan.

Kemiskinan juga tampak dari aspek kesehatan masyarakat. Kondisi masyarakat yang kurang mampu, biasanya rentan terhadap penyakit, dan pada penelitian ini nantinya akan lebih difokuskan pada gizi buruk yang cenderung terjangkit pada warga miskin.

Untuk pertanian, akan ditinjau dari pola penggarapan. Jika proses penggarapan masih konvensional, maka masyarakat tersebut pola hidupnya pun masih sederhana. Sedangkan pada aspek UKM, dapat menunjang peningkatan penghasilan masyarakat miskin dengan berwirausaha. Namun, untuk UKM ini juga perlu dilakukan pemantauan agar pengembangan usaha kecil yang diupayakan masyarakat dapat tetap bertahan dan bahkan lebih berkembang.

Eka menambahkan, ia juga akan melakukan banyak penelitian lain, di antaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sisi lain dan rantai pasok Pasar Induk Agribisnis (PIA). Namun, untuk memulai penelitian PAD dan PIA, jikalau bisa akan dilakukan pada 2009.

Sementara itu, Sekretaris Balitbang Jatim, Drs Sigit Subekti menambahkan, pada 2009 ini banyak penelitian yang akan dilakukan dari empat bidang di Balitbang. Misalnya, pada Bidang Pemerintahan, rencananya akan melakukan penelitian terkait dengan penggunaan Jembatan Suramadu yang menghubungkan dua pulau dan dua kab/kota. Dalam penelitian tersebut, akan lebih ditekankan pada bentuk birokrasi terkait pengelolaan dan penelitian dampak pembangunan tersebut bagi masyarakat. Selain itu, pada bidang SDA dan Teknologi akan mengembangkan penelitian terkait pengembangan agribisnis berbasis kawasan yang akan dilakukan di Pasuruan sebagai lokasi simulasi.

Sedangkan untuk Bidang ekonomi akan lebih menekankan pada penelitian dan pengembangan investasi di Jatim. Ini dilakukan agar dapat mengetahui celah pada dunia investasi Jatim, sehingga diharapkan dapat dicarikan solusi terbaik dan dengan itu investor dapat lebih maksimal berinvestasi. (afr)

Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim
(Sumber: jatimprov.go.id)

Komentar Pembaca

  1. Penelitian Kemiskinan Terpadu, memang sangat perlu dilakukan di Jawa Timur yg menyandang predikat sbg peringkat tertinggi yg menyandang Rumah Tangga Miskin. Namun perlu juga ditambahkan dengan variabel penelitian Agama dan sosial budaya.
    Kami sebagai orang jember, sangat prihatin dengan predikat yg disandang kab. Jember di Jawa Timur sebagai peringkat pertama yang menyandang banyaknya Rumah Tangga Miskin (RTM), untuk itu barangkali perlu kiranya ada penelitian ttg faktor penyebab tingginya angka RTM di kab. Jember

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim