Dinsos Jatim Dirikan Dapur Umum

Ilustrasi dapur umum (photo: kaskus.us)

Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian korban banjir di Kabupaten Gresik.

“Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lamong dalam enam hari terakhir,” kata Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Jatim Zainal Arifin, Jumat (4/2).

Ia mengatakan posko dan dapur umum didirikan di Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kedamean. “Kami juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan pokok dan selimut untuk para korban banjir.”

Bantuan logistik yang disalurkan itu, meliputi minyak goreng sebanyak 70 botol, kecap manis (576 botol), sambel instan (576 botol), ikan kemasan (1.800 kaleng), matras kecil (50 lembar), dan tenda gulung 20 lembar.

“Bantuan tersebut kami distribusikan melalui kantor kecamatan setempat,” imbuh Arifin. Dia menjelaskan bahwa keberadaan posko dan dapur umum akan disesuaikan dengan kondisi daerah yang terkena banjir. Jika dalam seminggu ke depan banjir belum juga surut atau malah makin meluas, Dinsos akan menambah jumlah posko dan dapur umum.

Dalam posko tersebut, sejumlah tenaga sukarelawan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga disiagakan untuk melayani korban. Mereka juga menyiapkan makanan bagi korban banjir dan mendistribusikan barang bantuan, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.

Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kedamaean merupakan daerah langganan banjir setiap musim hujan. Posisi tanggul Kali Lamong yang lebih rendah dari kawasan pertanian dan permukiman penduduk menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Banjir telah mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi yang menghubungkan sejumlah kecamatan di wilayah Gresik bagian selatan. Selain itu ratusan hektare tanaman padi yang tenggelam selama hampir sepekan dipastikan puso.

Akses jalan yang menghubungkan Gresik dengan Kecamatan Menganti, Kecamatan Benjeng, dan Kecamatan Balongpanggang juga terputus.

Pengguna jalan yang hendak menuju Benjeng atau Balongpanggang harus melintasi jalur pantura atau jalan raya Duduksampeyan, sedangkan jalan dari Menganti ke Cerme, di Desa Boboh ditutup.

Satlak Penanggunalangan Bencana Kabupaten Gresik menyebutkan sekitar 1.657 hektare sawah di tiga kecamatan terendam banjir. (Ant/OL-13)

(Sumber: MediaIndonesia.com)

Komentar Pembaca

  1. Cuy itu kan 2 hari yang lalu, sekarang lu belum tau ya?!Makin dkagnal Btw gimana daerah lu nay, dalamnya ampe seleher ya?lumayan lu buat latihan renang gratis

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim