Brantas Community Serahkan Surat Cinta ke Gubernur

Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Alam Setdaprov Jatim Ir RJ Jogy Hendryadi, MT mewakili Gubernur Jatim saat berdialog dengan para pelajar yang tergabung dalam Brantas Community.

Bertempat Ruang Kadiri Kantor Gubernur Jatim, Kepala  Biro Administrasi Sumber Daya Alam Setdaprov Jatim Ir RJ Jogy Hendryadi, MT mewakili Gubernur Jatim menerima audensi puluhan remaja pelajar yang tergabung dalam Brantas Community, Jumat (4/2) lalu.

Dalam kesempatan tersebut para pelajar menyerahkan segebok surat cinta yang berisikan harapan mereka terhadap perbaikan Sungai Brantas. Di hadapan para pelajar, Jogy berjanji akan menyampaikan surat cinta mereka kepada Gubernur Jatim.

“Bapak Gubernur pasti akan senang menerima surat dari kalian, dan secepatnya akan memberikan balasannya,” ungkapnya sambil menerima 1500 pucuk surat yang dimasukkan dalam kantong kain berlogokan merah hati.

Menurut Jogy, apa yang sesungguhnya dirasakan oleh para pelajar yang tertuang dalam surat itu  juga sudah menjadi komitmen Pemprov Jatim. Gubernur Jatim lanjut Jogy,  secara khusus telah meminta jajarannya untuk secara  serius memantau progres penyelamatan Sungai Brantas. Sebagai pejabat yang sudah 27 tahun bertugas di PU Pengairan, dirinya menyadari betul apa yang terjadi di Sungai Brantas.

“Penyelamatan Sungai Brantas harus menjadi tekad bersama,” tegasnya. Penyelesaian masalah Brantas lanjut Jogy, bukan hanya oleh pemerintah saja tetapi juga perlu partisipasi dan dukungan masyarakat baik dari LSM, kalangan swasta/dunia usaha dan tak kalah pentingnya adalah kalangan pelajar.

“Persoalan di Brantas juga terkait masalah budaya hidup masyarakat di sepanjang aliran sungai. Jadi adik-adik juga harus mensosialisasikan budaya hidup sehat ke masyarakat sekitar DAS Brantas,” pinta pejabat yang gemar olahraga beladiri ini.

Koordinator Brantas Community Amirudin Muttaqin mengatakan didorong rasa prihatin atas semakin menurunnya kualitas dan kuantitas air Kali Brantas, pihaknya mengambil inisiatif membuat sebuah gerakan yang dilakukan bersama-sama anak muda yang ada di sepanjang DAS Brantas lainnya. Sekadar diketahui, Brantas Community merupakan jaringan gerakan kepedulian terhadap kondisi Kali Brantas yang dilakukan oleh para anak muda di wilayah yang dilalui oleh DAS Brantas.

Pencemaran Kali Surabaya menurut Amir, selain berasal dari limbah industri juga berasal dari limbah domestik rumah tangga, hotel dan restauran.

Di sepanjang kali Surabaya dan anak sungainya umumnya ribuan permukiman tidak memiliki fasilitas WC umum, sehingga masyarakat membuang kotoran manusia langsung ke sungai. (why)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim