Tim Lelang Umbulan Tunggu Penetapan Gubernur

Sejumlah warga mandi di Sumber Air Umbulan di Winongan, Pasuruan, Jawa Timur

Lelang investasi pembangunan proyek air bersih Umbulan senilai Rp1, 7 triliun, tinggal menunggu waktu saja. Sebab, susunan panitia tim lelang proyek Umbulan ini sudah ada di tangan Gubernur Jatim dan tinggal menunggu penetapan.

“Kami sudah menyerahkan nama-nama yang masuk menjadi tim lelang Umbulan kepada Gubernur Soekarwo lewat asisten II.  Anggota tim lelang ini lintas intansi. Sedangkan untuk nama-namanya kami belum bisa membeberkan ke media massa karena masih menunggu penetapan Gubernur,” beber Budi Susilo, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Kamis (16/12).

Begitu SK penetapan tim panitia lelang turun, maka pihaknya akan melakukan lelang prakualifikasi. Budi menambahkan  kemungkinan lelang prakualifikasi ini baru bisa dilaksanakan sekitar Pebruari 2011. “Katakan Desember atau awal Januari SK, maka kami akan melakukan kordinasi internal. Setelah itu baru pelaksanaan lelang,” cetusnya.

Karena ini lelang prakualifikasi, maka waktu yang dibutuhkan cukup lama. Diperkirakan hingga muncul satu pemenang, dibutuhkan waktu hampir setahun. Baru awal tahun 2012, proyek air bersih ini dikerjakan.

Lelang investasi  Rp1,7 triliun itu sendiri hanya untuk pemasangan jaringan tranmisi. Sedangkan jaringan distribusi akan menelan anggaran Rp800 hingga Rp900  miliar yang akan menggunakan APBN, APBD Jatim serta APBD kota/kabupaten yang dilewati jaringan.

“Untuk sambungan rumah nantinya diperkirakan biaya pemasangannya Rp600 ribu setiap rumah. Sedangkan rumah yang bakal disambung sebanyak 500 ribu unit. Dan diperkirakan  30 persen adalah masyarakat tidak mampu yang biaya pemasangannya akan ditanggung APBD,” jelasnya.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan poyek air bersih Umbulan berdasarkan agenda dari Bapenas dan Kementrian Pekerjaan Umum, tender dimulai tahun ini (2010) selesai tahun 2011.

Proyek ini akan mengambil Air Bersih Umbulan  yang berada di Desa Winongan, Kabupaten Pasuruan dengan debit air hingga 4.000 liter per detik. Air ini  akan dimanfaatkan  5 daerah kabupaten/kota yaitu Kota Surabaya mendapatkan 1.000 l per detik, Gresik 700 liter per detik, Sidoarjo 1.000  per detik, Kota Pasuruan mendapatkan jatah 110 liter/detik,  serta Kabupaten Pasuruan 420 liter/deti.

Dari perhitungan sementara, harga jual investor kepada Pengelola Daerah Air Bersih (PDAB) sekitar Rp 1.250-1.500/meter kubik. Nantinya, air Umbulan yang didistribusikan di lima daerah ini mampu mencukupi kebutuhan air bersih untuk sekitar 500.000 rumah tangga, atau sekitar 2 juta warga.

Meski belum dibula lelang, proyek  air bersih ternyata banyak dilirik investor asing maupun dalam negeri. Tak sedikit dari investor luar negeri berebut untuk menggarap proyek air bersih yang punya potensi  menghasilkan keuntungan 52,8 miliar per tahunnya tersebut. Adapun investor yang sudah siap membenamkan uangnya berasal dari Korea, Jepang, Swis, Spanyol,  Perancis dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk dalam negeri diantaranya Bakrie. (iib)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim