Bude Karwo: Penderita Kanker di Jatim Meningkat

Bude Karwo

Bude Karwo

Jumlah penderita kanker di Jatim dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2005 terdapat 1.600 penderita, tahun 2008 meningkat menjadi 3.821 penderita, dan tahun 2010  mencapai 4.736 penderita.

”Kanker tepat menjadi penyakit yang mematikan. Sebab kanker menjadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia,”  kata Ny Hj Nina Soekarwo, saat membuka Sosialisasi Program Kerja Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jatim, di Empire Palace, jalan Blauran Surabaya, Kamis (16/12).

Menurut Ny.Nina Soekarwo, agar penanggulangan kanker bisa berhasil efektif, maka perlu dibangun jejaring kerjasama antara pemerintah dalam hal ini instansi kesehatan, pengusah, kalangan profesi serta Lembaga Swadaya masyarakat (LSM).

Bude Karwo—sapaan lekat Ny.Nina Soekarwo, mengatakan, kanker adalah masalah komplek dan merupakan masalah bersama. Penyakit ini telah menyatukan seluruh masyarakat untuk saling membantu dalam suatu gerakan melawan kanker.  Kunci keberhasilan penanganan kanker melalui pengobatan secara tepat pada stdium dini, mengingat kanker tidak memberikan tanda spesifik. Untuk itu diperlukan kewaspadaan masyarakat sehingga dapat menekan angka kejadian kanker yang ditangani pada stadium lanjut.

Kerjasama jejaring itu mencakup pemerintah, dalam hal ini instansi kesehatan kabupaten/kota agar dapat mengajak para dokter turun ke masyarakat  untuk pencegahan dini karena kanker banyak menyerang masyarakat kurang mampu.

”Sebanyak 15 persen kanker menyerang masyarakat kurang mampu serta pendidikannya rendah, sehingga mereka minim pengetahuan mengenai pencegahan kanker,” imbuhnya. Bagi kalangan swasta, mereka dapat sharing melalui community  social responsibility (CRS).

“Jika mereka  digandeng, maka dana CSR nya akan tepat sasaran,” tuturnya. Oleh karena  itu, YKI Cabang Jatim  mempunyai program untuk menyosialisasikan langkah-langkah pencegahannya. Untuk langkah awal, YKI akan turun lapangan guna menyosialisasikan programnya ke lima kabupaten yaitu, Ngawi, Lamongan, Jombang, Tuban dan Madiun mengingat kanker di daerah tersebut sangat tinggi.

Untuk itu, istri Gubernur Jatim Dr H Soekarwo ini mengimbau agar istri bupati dan walikota selain menjadi ketua PKK juga menjadi ketua YKI di daerah. ”Karena PKK mempunyai akses pada tingkat groose root. Jika ketua PKK dan ketua YKI dapat bersinergi, insya allah akan efektif membantu pemerintah dalam menekan angka penderita kanker, khususnya penderita kanker perempuan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Dodo Andono mengatakan, jumlah penderita kanker, utamanya kanker servic dan kanker payudara tiap tahunnya meningkat. Jumlah penderita kanker servic mencapai 16 kasus per 1000 orang, sedang kanker payudara mencapai 26 kasus per 100 ribu orang.

”Kinerja YKI bisa maksimal jika didukung oleh YKI kabupaten/kota sehingga siap menghadapai tantangan untuk mewujudkan Jatim yang sehat dan sejahtera,” katanya. (iib)

Komentar Pembaca

  1. penderita cancer meningkat sejalan dengan pola makan ,pola hidup,gaya hidup dll, periksa secara dini merupakan awal yg baik untuk sedini mngkn dicegah

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim